Sebelum Jadi Korban Tsunami Banten, Bani Seventeen Lakukan Hal Ini Pada Ibundanya

Muhammad Awal Purbani, atau yang lebih dikenal dengan nama Bani Seventeen, menghembuskan nafas terakhirnya setelah menjadi korban tsunami Banten.

Bani Seventeen menjadi korban tsunami Banten, yang terjadi di pesisir pantai Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018) malam.

Sponsored Ad

Bani Seventeen adalah salah satu personil Seventeen yang menjadi korban tsunami Banten.

Kala itu, grupband Seventeen yang tengah pentas di Tanjung Lesung Resort, Banten, terhempas ombak yang menderu datang dari belakang panggung, tempat Bani beserta rekan-rekannya berdiri.

Ombak tsunami Banten yang datang secara tiba-tiba tanpa pertanda apapun itu, ikut membawa rekan-rekan Bani Seventeen yang lain.

Rekannya, Herman Seventeen, ikut menjadi korban yang meninggal dunia, serta drummer Andi Seventeen, hingga kini masih belum ditemukan.

Sponsored Ad

Kepergian Bani Seventeen, meninggalkan duka mendalam bagi istirnya, Cindri Wahyuni.

"Mami dan Nara sangat mencintai Bebi, tapi Allah lebih cinta sama Bebi, inshaAllah kita ketemu kelak di jannah ya be. Doakan agar tetap istiqomahdi jalan tauhid," tulis sang istri di Instagram-nya, @cindriwhy.

View this post on Instagram

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Innalillahiwainnailaihirojiun, telah berpulang suami yg sangat saya cintai @baniseventeen mohon maaf atas segala kesalahan, semoga Allah mengampuni segala dosanya, diterima amal ibadahnya, sholatnya, di terangkan jalan nya ke jannah Nya, husnul khotimah. Jika suami ada hutang, bs langsung hubungi saya dan keluarga.. Mami dan Nara sangat mencintai Bebi, tp Allah lebih cinta sm Bebi, inshaAllah kt ketemu kelak di jannah ya be. Doakan agar ttp istiqomah di jln tauhid👆 Bebi banyak mengajarkan kehidupan sm Mami, bebi panutan, g pernah ngeluh selalu qonaah. Semoga mami bs mengikuti teladan bebi. Membesarkan anak2 menjadi soleh. Menjadi mami yg terbaik buat mereka. InshaAllah mami akan selalu ingat semua pesan2 Bebi. Mohon maaf teman2 dan sahabat yg sudah mengucapkan belasungkawa, saya tidak dpt membalas satu persatu, terimakasih segala doa dan bantuan dari semua yg tdk dpt saya sebutkan satu persatu, begitu banyaknya bantuan dr teman2, sahabat, manajemen, teman sejawat, Allah yg akan membalas kalian 🙏🙏🙏 Mohon maaf agar tidak meng Tag foto/video Almarhum saat kejadian kpd kami, harap dimaklumi 🙏 InshaAllah jenazah akan dimakamkan ba'da dzuhur 24 desember 2018, rumah duka di Gamping tengah, Yogyakarta. Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sponsored Ad

A post shared by Cindri Wahyuni (@cindriwhy) on

Tak hanya Cindri, keluarga Bani di Gamping tengah, Yogyakarta, juga tengah diselimuti rasa duka karena kehilangan anggota keluarga tercinta.

Ayah Bani Seventeen, Fajar Wibowo, ikut merasakan kesedihan sembari menunggu jenazah putranya datang di rumah duka yang berlokasi di kawasan Gamping Tengah, Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Sleman, DIY.

Ayah Bani Seventeen, Fajar Wibowo, bahkan awalnya tak percaya bahwa putra sulungnya telah tiada.

Sponsored Ad

Fajar baru percaya setelah Ifan Seventeen, memberitahu langsung kepada keluarga bahwa Bani telah tiada.

Sang ayah bercerita, bahwa Bani sempat mengungkapkan keinginannya untuk hengkang dari dunia musik.

"Dia sempat bilang, dia nggak mungkin bertahan terus di dunia musik apalagi teman-temannya mulai terjun ke dunia politik, dia pengen mengurus yang lain saja," ungkap sang ayah.



Bahkan, satu bulan sebelum meninggal dunia karena menjadi korban tsunami Banten, Bani Seventeen sempat memberangkatkan ibundanya umroh.

Sponsored Ad

"(Bundanya) diberangkatkan umroh, baru bulan kemarin dia (ibunda) pulang dari Umroh," ujar Fajar

Putra Fajar, Muhammad Awal Purbani alias Bani Seventeen, merupakan salah satu personil Seventeen yang meninggal dunia setelah menjadi korban tsunami Banten, Sabtu (22/12/2018) malam.

Mengutip dari unggahan istri Bani, Cindri Wahyuni, jenazah Bani Seventeenakan dimakamkan pada Senin (24/12/2018) siang, di Gamping Tengah, DI Yogyakarta.

"InshaAllah jenazah akan dimakamkan ba'da dzuhur 24 desember 2018, rumah duka di Gamping tengah, Yogyakarta," tulis Cindri di unggahannya. 

Sumber : Grid
VIDEO REKOMENDASI :

Kamu Mungkin Suka