Ifan Seventeen Ceritakan Kondisi Semua Orang Saat Tergulung Ombak Tsunami

Grup band Seventeen menjadi korban bencana tsunami yang menerjang kawasan Pantai Tanjung Lesung Banten, Sabtu (22/12) malam.

Vokalis band Seventeen, Reifian Fajarsyah yang karib disapa Ifan turun menjadi salah satu korban kala tengah pada acara Employee Gathering PLN UIT JBB di Tanjung Lesung Beach Resort.

Sponsored Ad

Menjadi saksi kejadian tsunami, ia menuturkan jika air menerjang panggung dari belakang disertai lumpur.

Suasana makin riuh, di mana puing-puing panggung runtuh berserakan.

Ia berujar, sebagian besar korban mengalami patah tulang akibat terkena besi dan kayu yang runtuh.

“Banyak lumpur, nelen air, banyak kegulung, kaki di atas, banyak potongan-potongan kayu, potongan-potongan besi, kepentok kayu besi makanya pada patah (tulang para korban),” cerita Ifan Seventeen dikutip dari siaran langsung TV One, Minggu (23/12).

Sponsored Ad

Ifan bercerita sebagian korban terlempar ke laut, meski beberapa sebagian lain terlempar ke daratan.

“Sebagian kelempar ke laut, mungkin sekitar 70 persen kelempar ke daratan, tapi yang kelempat ke laut sebagian besar meninggal.

Ada sekitar 260 orang di lokasi, ada pengisi acara, peserta (gathering) dan lainnya,” katanya.

Tak hanya itu, Ifan menceritakan bagaimana kondisi korban menyelamatkan diri saat air laut menggulung daratan.

“Cakar-mencakar semua orang saling menenggelamkan masing-masing. Saya berusaha meraih box,” terang Ifan.

Sponsored Ad

Setelah itu, ia memandangi kondisi sekelilingnya yang sudah dipenuhi korban meninggal.

“Suasana sepi ternyata sudah jadi mayat semua,” jelasnya.

Sumber : Nova

VIDEO REKOMENDASI :

Kamu Mungkin Suka